
SEMUA BERITA TENTANG
KANKER
Lycopene, Cegah Penyakit
Kronis
Toronto - 27 Sep 00 07:13 WIB - (Astaga!com)
PENYAKIT kronis, termasuk kanker dan penyakit
kardiovaskular, adalah penyebab utama kematian di negara berkembang.
Faktor genetik, gaya hidup, dan diet juga harus dipertimbangkan sebagai faktor
risiko penting penyebab penyakit tersebut. Misalnya saja, sekitar 50%
semua jenis kanker disebabkan oleh cara
makan yang salah.
Kerusakan sel oksidatif juga diperkirakan
ikut pegang peranan menjadi
penyebab munculnya penyakit-penyakit tersebut. Bagaimana mengatasinya?
Mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan diduga para ahli bisa
mengatasi, paling tidak, mengurangi risiko terkena penyakit tersebut.
Antioksidan banyak ditemukan pada buah dan sayuran dan buah berwarna, seperti
tomat. Buah yang satu ini mengandung lycopene, pigmen karoten yang dikenal
sebagai antioksidan yang sangat potensial. Beberapa penelitian telah
membuktikan keampuhan lycopene ini. Misalnya dalam the Canadian Medical
Association Journal, Sanjiv Agarwal dan Akkinappally Venketeshwer Rao, beberapa
waktu lalu menyebutkan bahwa diet yang mengandung tinggi lycopene berpengaruh
positif sebagai pelindung tubuh dari penyakit kronis.
Hal ini jelas sangat menggembirakan.
Pasalnya, buah dan sayuran kini sedang gencar-gencarnya direkomendasikan sebagai
pola makan yang sehat, ditambah lagi ternyata manfaatnya bisa sebagai pelindung
dari penyakit yang kini banyak ditakuti. Tapi kedua ahli tersebut juga
menyarankan penelitian lanjutan. "Seperti berapa takaran lycopene yang pas
sebagai pelindung dari penyakit kronis tersebut. Atau berapa banyak yang baik
bila hanya digunakan sebagai makanan sehat," ujar mereka. (susandijani).
Pekerjaan Bertani Lindungi
Wanita
dari Kanker Payudara
Chapel Hill - 20 Sep 00 11:27 WIB - (Astaga!com)
WANITA yang bekerja di pertanian jarang yang
terkena kanker payudara
dibandingkan wanita yang tinggal di kota. Mungkinkah? Padahal,
paparan pestisida konon justru meningkatkan risiko terkena kanker.
"Hasil temuan menunjukkan bahwa
bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika
dibandingkan dengan populasi umumnya," kata Dr Eric Duell, dari University
of North Carolina di Chapel Hill (UNC-CH).
Para ahli dari berbagai disiplin dari
UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North
Carolina dan membandingkannya dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita
kanker payudara, kata Duell. Mereka memiliki semua data mulai dari catatan
kesehatan, sejarah pekerjaan, termasuk juga semua informasi pekerjaan pertanian
sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida, informasi mengenai
tanaman dan ternak.
Hasil analisis semua data, yang dilaporkan
selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi September 2000, menunjukkan wanita
yang bertani lebih dari 23 tahun, risikonya terkena kanker payudara 40 % lebih
rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka
yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan
perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama
perlindungannya lebih rendah.
Mengapa itu terjadi para ahli masih belum
bisa menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian
cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka
mencapai fase pubertas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal.
Mereka juga cenderung kurang merokok dan
meminum minuman beralkohol
dibandingkan wanita lainnya. Tetapi jika secara statistik faktor itu dikontrol,
tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli
tidak bisa menetapkan efek aktivitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan
mengurangi risiko terkena kanker payudara. (harry surjadi)
Hati-hati Mengkonsumsi Vitamin Suplemen
DR. JOHN POTTER dari Seattle's Fred Hutchinson Cancer Rearch Center, mengingatkan kita untuk hati-hati mengkonsumsi vitamin suplemen karena bisa saja suplemen tersebut sebagai pupuk bagi penderita penyakit kanker.
Untuk lebih jelasnya lihat artikel di bawah ini:
|
September 5, 2000 |
Wortel Rebus Ternyata
Tinggi Gizinya
WORTEL ternyata tak hanya efektif
dimakan segar. Tapi juga bisa dikukus kemudian dibuat semacam puree
kentang. Cara memasak seperti itu terbukti tidak mengurangi nilai gizinya.
Bahkan kandungan antioksidannya jadi lebih banyak. Demikian hasil
penelitian dari Universitas Arkansas.
Ahli gizi, professor Luke Howard dan
asistennya, S.T. Talcott dan C.H. Brenes mengukur kadar antioxidan pada wortel
segar dan wortel yang sudah dikukus. Hasilnya wortel yang sudah dikukus
mengandung kadar antioksidan lebih tinggi dibanding wortel segar. Hasil
penelitian ini juga dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry,
yang dipublikasikan the American Chemical Society.
"Jadi anggapan sayuran segar itu
lebih sehat, tidak selalu benar," tambah Howard.
Howard dan koleganya memasak wortel
tersebut dengan dan tanpa kulit luarnya. Kemudian mengukur aktivitas
antioksidan selama empat minggu lebih. Parameter yang diukur adalah
subtansi antioksidan, seperti asam fenolik dan betakaroten. Seperti
diketahui, antioksidan bisa menetralisasi radikal bebas yang menyebabkan
berbagai penyakit seperti kanker, Alzheimer, dan masalah pencernaan.
Para peneliti menyebutkan bahwa kadar
antioksidan meningkat 34,3% segera setelah proses pemasakan selesai dan
bertambah terus selama satu minggu kemudian. Setelah itu menurun, tapi
tetap lebih tinggi kadarnya dibanding kadar antioksidan pada wortel mentah.
"Penelitian ini membuktikan bahwa
wortel yang sudah diproses ternyata lebih baik untuk mencegah kerusakan
oksidatif dibanding wortel mentah," tambah Howard. Tapi, dia juga
menyebutkan perlu penelitian lanjutan yang bisa menjelaskan ketersediaan wortel
yang sudah dimasak dibanding wortel mentah.
Anda suka yang mana? Paling tidak,
kini ada pilihan yang bisa menjadi alternatif, ya? (susandijani)
Rokok Mengakibatkan
Bahaya Kanker Kandung Kemih
MENURUT Asosiasi Kanker Amerika (ACS), ada sekitar 53.200 kasus
baru
kanker kandung kemih tahun ini di Amerika. Dan sekitar 12.200 dari
mereka meninggal karena penyakit tersebut.
Mengapa rokok bisa meningkatkan risiko kanker kandung kemih?
Zat
kimia yang terdapat dalam rokok, akan masuk ke dalam aliran darah. Kemudian mengikuti proses penyaringan di ginjal, dan melewati kandung
kemih sebelum dikeluarkan melalui urine.
Tapi seringkali, zat kimia tersebut tertinggal di dalam kandung
kemih, dan merusak sel-selnya. Bila terus bertumpuk, kondisi tersebut
akhirnya akan meningkatkan risiko terjadinya kanker.
The Bladder: The Organ that Stores Urine The bladder is a hollow organ in the lower abdomen. It stores urine, the waste that is produced when the kidneys filter the blood. The bladder has a muscular wall that allows it to get larger and smaller as urine is stored or emptied. The wall of the bladder is lined with several layers of transitional cells. Urine passes from the two kidneys into the bladder through two tubes called ureters. Urine leaves the bladder through another tube, the urethra. What Is Cancer? Cancer is a group of many different diseases that have some important things in common. They all affect cells, the body's basic unit of life. To understand different types of cancer, such as bladder cancer, it is helpful to know about normal cells and what happens when they become cancerous. The body is made up of many types of cells. Normally, cells grow and divide to produce more cells only when the body needs them. This orderly process helps keep the body healthy. Sometimes cells keep dividing when new cells are not needed. These cells form a mass of extra tissue, called a growth or tumor. Tumors can be benign or malignant. Benign tumors are not cancer. They often can be removed and, in most cases, they do not come back. Cells in benign tumors do not spread to other parts of the body. Most important, benign tumors are rarely a threat to life. Malignant tumors are cancer. Cells in malignant tumors are abnormal and divide without control or order. These cancer cells can invade and destroy the tissues around them. Also, cancer cells can break away from a malignant tumor and enter the bloodstream or the lymphatic system. This process is the way cancer spreads from the original (primary) tumor to form new tumors in other parts of the body. The spread of cancer is called metastasis. Some common symptoms of bladder cancer include: · Blood in the urine (slightly rusty to deep red in color). · Pain during urination. · Frequent urination, or feeling the need to urinate without results.
Researchers have found that white people in the United States get
bladder cancer twice as often as African-Americans, and men are
affected about three times as often as women. People with family
members who have bladder cancer may be more likely to get the disease
as well. Most bladder cancers occur after the age of 55, but the
disease can also develop in younger people.
|
'Soy Protein' Bagi Penyakit Jantung
FDA dan New England Journal of Medicine
menginformasikan bahwa
`soy protein' dapat menurunkan kadar kolesterol yang dapat
menurunkan
risiko penyakit jantung. Juga University of Illinois
mengatakan `kedelai' dapat membantu
pencegahan 'osteoporosis/pengapuran tulang'. Juga baik buat
wanita
yang sudah menopause dan juga proteksi yang baik untuk penyakit
kanker dan tumor.
Mengkonsumsi sebanyak 25 gram `protein kedelai' setiap hari
dapat
menurunkan penyakit jantung. 25 gram protein tersebut diperoleh dalam
3 gelas susu kedelai. Setiap gelas susu kedelai berisikan 7 gram
protein kedelai. Tahu/tofu dapat berisikan 5-13 protein untuk
setiap potong tahu bilamana sepotong tahu diasumsikan beratnya kira-kira 85 gram.
Pilih lebih banyak mengkonsumsi susu kedelai atau makan tahu atau tempe agar dapat memperkecil risiko terkena penyakit jantung, kanker,
tumor atau pengapuran tulang.
The Food and Drug Administration says products containing soy protein may lower cholesterol levels, which can lead to a reduced risk of heart disease. The U.S. Food and Drug Administration approved the following statement, which manufacturers of soy products can now print on their goods. This statement joins only 10 other health claims OK'd by the agency. "Diets low in saturated fat and cholesterol that include 25 grams of soy protein may reduce the risk of heart disease. One serving of (name of food) provides ____ grams of soy protein." For example, you can get about 25 grams of soy protein by drinking three cups of soy milk or eating three to four servings of firm tofu. That is, one cup of soymilk or four ounces of firm tofu each contains about seven grams of soy protein. Soy Beyond Tofu Lots of folks, when they hear the word soy, think tofu, and they immediately get turned off to the thought of even trying a soy product. Tofu comes in a variety of consistencies, some soft and squishy, others more solid. Depending on the type you choose, tofu can contain between five and 13 grams of protein per slice (if the slice weighs about 85 grams). Last updated March 01, 2000. Used with the permission of the copyright owner. All rights reserved. Soy-based products lower cholesterol. For many years, the medical community has suspected that soy protein lowered cholesterol, but studies were inconclusive. In 1995, the New England Journal of Medicine published an analysis concluding that "the consumption of soy protein rather than animal protein significantly decreased serum concentrations of total cholesterol, LDL cholesterol, and triglycerides without significantly affecting serum HDL cholesterol concentrations." Thirty-eight controlled clinical trials were included in the analysis. The average intake of soy protein was 47 grams per day, equivalent to the amount in 1/2 cup of soy flour, and the average decrease in total cholesterol was 9.3 percent. If your total cholesterol was 220 and you ate 1/2 cup of soy flour per day, you could expect to lower your cholesterol to around 200 with no other changes in your diet! Soy protein may also reverse osteoporosis. As many as 20 years ago, studies indicated that substances found in high concentrations in soy protein called isoflavones might be used to increase calcium retention in bones. One derivative of the isoflavones, ipriflavone, was found to increase the total amount of calcium retained in the bones of rats, sheep, and chickens. In Hungary, Italy, and Japan, ipriflavone is being administered orally in doses ranging from 600 mg to 1200 mg per day to postmenopausal women with low bone mass, and it's producing significant increases in radial bone mineral density after only one year of use. Currently, a team at the University of Illinois is studying a group of women who have added 40 grams of soy protein to their diets daily for six months (Forty grams of soy protein is equivalent to the amount found in two soy burgers). Their bone density will be monitored and a report on the study was expected in 1997. Soy may be a menopausal woman's best friend. Soy isoflavones are changed by intestinal bacteria into phytoestrogens (plant estrogens), three of which are daidzein, equol and genistein. Actually, most of the "natural" progesterone and estrogens currently available in this country are derived from soybean plants. Genistein is about a hundred thousandth as strong as the estrogen in our bodies but it has the ability to lock onto receptor sites designed for estrogen. When it does this, the impact of fluctuating hormone levels is lessened because estrogen is prevented from affecting different parts of the body so strongly. In a recent study published in the journal Maturitas, a group of researchers supplemented the diets of 58 postmenopausal women with 45 grams of soy flour daily and found that the incidence of hot flashes was reduced by forty percent. Soy may also offer protection against breast cancer. When phytoestrogens from soy fill up some of the estrogen receptor sites in the body, including those in the breast, ovaries, and uterus, the result is a longer interval between menstrual periods. In Japan, where soy products are an integral part of the diet, the average menstrual cycle is 32 days; in the United States, it's 26 to 29 days. Researchers in England have tested this discrepancy in cycle length by including 60 grams of soy protein in the diet of female test subjects and then removing the soy while monitoring their cycles (Sixty grams of soy protein is equivalent to the amount in three quarters of a cup of soybeans). Soy may protect against other cancers. Genistein has another intriguing quality -- it inhibits the formation of new blood vessels. Once we reach adulthood, there is no normal need to grow new blood vessel networks except when healing after an accident or surgery. In order for tumors to increase in size, however, they need to create networks of blood vessels to bring nutrients into their interiors. If this process is inhibited, the tumor can't grow very large. A review article that appeared in the March 1995 Journal of Nutrition concludes that "in two-thirds of studies on the effect of genistein- containing soy materials in animal models of cancer, the risk of cancer (incidence, latency, or tumor number) was significantly reduced." This article by Lenore Howe first appeared in Convergence, A Magazine for Personal & Spiritual Growth and Holistic Health, Spring 1997. Subscriptions are $15.00 per year from Riverside Communications, One Sanborn Road, Concord, New Hampshire 03301. |
Apel Memperlambat Pertumbuhan Kanker

Jumat, 01 September 2000
SUATU pengujian di Cornell University telah menunjukkan
bahwa zat-zat
kimia alami dalam apel dapat memperlambat pertumbuhan tingkat sel-sel kanker
usus dan kanker hati pada manusia. Makin kuat konsentrasi ekstrak-ekstrak apel
tersebut, maka tingkat reproduksi sel-sel kanker juga makin lambat, demikian
laporan para ilmuwan Cornell dalam jurnal Nature di edisi
baru-baru ini.
Efek anti-kanker terkuat ada dalam ekstrak dari apel yang belum dikupas, karena
mengandung lebih banyak antioksidan fitokimiawi. Antioksidan yang relatif banyak
ditemukan dalam ekstrak apel dapat membantu menjelaskan mekanisme perlindungan
terhadap kanker tersebut.
Penelitian ini memang tidak dirancang untuk membuktikan nutrien tertentu apa
dalam apel yang dapat melindungi seseorang terhadap kanker atau bagaimana caranya.
Oleh karena itu masih terlalu dini untuk mengatakan bahan-bahan apa
dalam apel yang menyediakan perlindungan dan bahwa dengan mengkonsumsi
buah-buahan dan sayuran yang cukup merupakan cara terbaik untuk memperendah
risiko kanker.
"Namun," kata David Ringer, PhD, direktur program ilmiah di American
Cancer Society, "karena kita belum mengetahuinya, cara yang paling
pasti untuk mendapatkan perlindungan tersebut adalah dengan mengkonsumsi beragam
buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari, dan sedikitnya 5 porsi buah dan
sayuran setiap hari. Kami mengetahui hal tersebut dari penelitian-penelitian
diet yang amat luas."
Manfaat-manfaat kimia ini tidak hanya diperoleh dari apel saja, namun juga
ditemukan dalam tanam-tanaman yang langsung dikonsumsi atau langsung digunakan
oleh masyarakat. Contohnya adalah fitokimia dalam teh, tampaknya mampu
menghalangi pertumbuhan pembuluh darah yang memberi makan sel-sel kanker,
demikian menurut riset di Tufts University, Boston.
Penelitian Cornell menunjukkan bahwa makanan yang amat banyak tersedia
ini dapat menyediakan perlindungan antioksidan melawan kanker. Penelitian
tersebut juga berguna untuk mengarahkan pada penelitian di masa depan. Para
ilmuwan sedang berada dalam tahap awal pengertian dampak fitokimia pada
kesehatan manusia.
Sumber: satumed.com, satunet
MENGAPA jeruk begitu banyak dianjurkan dikonsumsi
untuk kebugaran,
kecantikan, dan kesehatan? Katanya bisa menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular dan penyakit yang berhubungan dengan umur. Ayo simak lima
kunci rahasianya!
Vitamin C Jeruk adalah gudang vitamin C
yang terbaik. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang berperan melawan
gejala-gejala ketuaan atau penyakit yang berhubungan dengan usia. Beberapa
penelitian membuktikan bahwa makanan yang mengandung kadar vitamin C tinggi bisa
menurunkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker dan kerusakan jantung.
Vitamin C juga sangat penting dalam sistem imunisasi, terutama selama musim flu.
Asam Folik Jeruk adalah sumber alami asam
folik. Penelitian terbaru yang didukung lembaga pengawasan obat dan
makanan Amerika (FDA) dan dipublikasikan dalam the American Journal of Clinical
Nutrition, memperkirakan bahwa wanita yang tidak memetabolisme asam folik
berisiko tinggi melahirkan bayi dengan down syndrome. Karena itu tak heran kalau
bisa departemen kesehatan Amerika menganjurkan agar para ibu hamil untuk
mengkonsumsi asam folik dalam jumlah cukup. Penelitian lain juga
menyebutkan bahwa asam folik bisa membantu mencegah penyakit fatal yang
berkaitan dengan usia, seperti penyakit jantung, kanker, bahkan Alzheimer.
Flavonoid, antioksidan yang satu ini pun
banyak terdapat dalam jeruk. Seperti diketahui, antioksidan berfungsi
untuk menetralisir kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Kerusakan
radikal bebas ini bisa mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Karbohidrat Dalam satu buah jeruk ukuran
sedang terdapat 16 gram karbohidrat yang mengandung 70 kalori. Karbohidrat
sangat penting sebagai sumber energi tubuh, terutama untuk otak. Juga
energi untuk olahraga. Selama berolahraga, otot-otot menggunakan cadangan
karbohidrat (glikogen), yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Konsumsi jeruk setelah berolahraga akan segera mengganti energi yang digunakan.
Serat Nilai serat dalam sebuah jeruk
setara dengan 12% yang dibutuhkan per hari. Fungsi serat jelas sangat
penting. Antara lain, membantu proses pencernaan. Serat dalam jeruk juga
bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, juga menurunkan risiko
penyakit jantung. Jenis serat yang larut dalam air, seperti yang terdapat
dalam jeruk, bisa membantu menurunkan rasa lapar. Berita baik untuk mereka
yang ingin menurunkan berat badan. (berbagai sumber/susandijani)
Kanker
Senin, 03 April 2000
KANKER adalah pertumbuhan jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferasi (pertumbuhan berlebihan) sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lainnya.
Kanker dapat tumbuh dari jenis sel apapun dan di dalam jaringan tubuh manapun, dan bukanlah suatu penyakit tunggal tetapi merupakan sejumlah besar penyakit yang digolongkan berdasarkan jaringan dan jenis sel asal. Golongan ini terdiri dari ratusan jenis, tetapi ada tiga golongan utama.
Penyebaran Sel Kanker
Ciri tumor ganas yang paling utama adalah kemampuan mereka untuk menyebar
melampaui lokasi asal. Kanker dapat menyerang jaringan tetangga melalui
perluasan langsung atau infiltrasi, atau ia menyebar ke lokasi yang letaknya
jauh dan mengembangkan pembentukan abnormal kedua yang dikenal sebagai
metastasis. Rute dan lokasi metastasis bervariasi antara kanker primer yang
berbeda-beda.
(1) Apabila kanker menyebar melalui permukaan organ asal ke dalam suatu rongga, maka sel mungkin dapat melepaskan diri dari permukaan dan tumbuh pada permukaan organ yang bersebelahan dengannya.
(2) Sel tumor mungkin bermigrasi ke dalam saluran limfatik dan terangkut ke aliran kelenjar getah bening, atau mereka dapat menembus pembuluh darah. Sewaktu berada di aliran darah, sel tumor dialirkan ke titik yang terlalu kecil baginya. Sel tumor dari saluran lambung dan usus akan dihentikan di hati, lalu dapat mengalir ke paru-paru. Sel yang berasal dari semua tumor lainnya akan melewati paru-paru sebelum diangkut ke organ lainnya. Oleh karena itu paru-paru dan hati biasanya menjadi lokasi metastasis.
(3) Banyak kanker cenderung meninggalkan sel di dalam aliran darah pada masa-masa awal perjalanannya. Kebanyakan sel ini mati di saluran darah, tetapi beberapa di antara mereka tersangkut pada permukaan dan menembus dinding untuk kemudian memasuki jaringan. Beberapa mungkin menemukan jaringan yang menguntungkan, tempat mereka dapat bertahan hidup, dan tumbuh menjadi tumor. Beberapa lagi mungkin hanya dapat membelah beberapa kali saja, sehingga membentuk sarang sel berukuran kecil yang kemudian menjadi dorman (suatu mikrometastasis). Kelompok sel ini dapat tetap dorman selama bertahun-tahun, dan kemudian tumbuh kembali sebagai kanker. Penyebab hal ini belum diketahui.
Sel kanker, walaupun telah tersebar secara luas, mungkin mempertahankan ciri-ciri fisik dan biologis dari jaringan asal mereka. Jadi, seorang ahli patologi seringkali dapat menentukan lokasi asal tumor yang menyebar melaui pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan yang bersifat kanker. Identifikasi tumor kelenjar endokrin, misalnya, menjadi lebih sederhana karena mereka mungkin menghasilkan hormon yang dihasilkan jaringan induk itu dalam jumlah yang berlebih. Tumor seperti itu dapat juga memberikan respon terhadap pemberian hormon yang biasanya mengendalikan jaringan itu.
Pada umumnya, semakin suatu sel kanker tidak menyerupai jaringan aslinya, semakin ganas sifatnya dan semakin cepat ia menyebar; tetapi laju pertumbuhan kanker tidak hanya tergantung kepada jenis sel dan perbedaannya dengan jaringan asal, tetapi juga kepada beragam faktor inang. Ciri-ciri dari kanker ganas adalah keragaman sel tumor. Karena abnormalitas perkembangbiakan sel tumor, mereka menjadi lebih rentan terhadap perubahan. Seiring waktu, tumor menjadi semakin sulit dibedakan dan tumbuh semakin cepat. Tumor tersebut mungkin pula mengembangkan daya tahan yang semakin kuat terhadap kemoterapi atau radioterapi.
Prognosis dan Visi Jangka Panjang
Banyak penderita kanker kini berhasil dirawat. Misalnya saja diperkirakan bahwa,
dari lebih dari 5 juta penderita kanker di Amerika, 3 juta berhasil bertahan
hingga lebih daripada lima tahun, dan hampir semua yang bertahan itu dapat
dikatakan telah sembuh. Pendekatan modern terhadap pengobatan kanker turut
memberikan penekanan terhadap kualitas hidup pasien - baik secara jasmani maupun
secara mental.
Terdapat banyak jenis kanker dimana peluang penderita untuk hidup telah meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Mungkin pengobatan kanker anak yang mengalami perkembangan terpesat. Misalnya saja, 90 persen anak-anak dapat disembuhkan dari penyakit Hodgkin, dimana 30 tahun yang lalu jumlah ini hanya setengahnya saja. Bentuk kanker lainnya, seperti penyakit non-Hodgkin, sejumlah penyakit leukemia, dan kanker testis berhasil diobati. Demikian pula beberapa bentuk kanker kandung kemih tak menyebar tertentu, yang jika terdeteksi secara dini dapat dihambat dalam waktu beberapa tahun.
Tingkat kematian akibat kanker telah jauh berkurang pada orang-orang yang berumur dibawah 50 tahun, dan kemungkinan besar hal ini disebabkan karena gaya hidup dan lingkungan yang lebih sehat yang telah mengurangi penghirupan jangka panjang akan zat penyebab kanker. Diagnosa yang lebih dini, yang sudag tentu penting dalam semua kasus kanker, dan perbaikan pengobatan di dunia medis turut menjadi faktor penentu. Penurunan ini diharapkan dapat berlangsung juga di kelompok umur yang lebih tua seperti yang terjadi pada umur yang lebih muda ini.
Penurunan jumlah perokok di beberapa negara mulai memperlihatkan dampak dalam angka penderita kanker di negara yang bersangkutan. Misalnya saja, jumlah kematian laki-laki di Inggris akibat kanker paru-paru akhirnya mulai mengalami penurunan. Hanya saja, jumlah wanita yang meninggal akibat penyakit itu masih mengalami peningkatan; wanita Skotlandia memiliki angka kematian tertinggi di dunia akibat kanker paru-paru.
Secara menyeluruh, resiko kematian akibat kanker telah mengalami peningkatan selaam 30 tahun terakhir ini. Penyebab utamanya adalah karena kanker terutama merupakan penyakit manula dan, seiring keberhasilan pencegahan kematian pada usia muda oleh penyakit lainnya seperti penyakit jantung, lebih banyak orang yang dapat hidup cukup lama hingga mencapai umur yang rentan terhadap penyakit kanker.
Jumlah Penderita
Kanker merupakan penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat,
dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang
berumur antara 1 hingga 14 tahun. Meskipun demikian, penyakit ini jarang
menyerang orang muda. Di Inggris Raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara
650 anak-anak.
Laju kematian sesuai umur per 100.000 jumlah penduduk dari semua penderita kanker laki-laki adalah 246,5 di Hungaria (salah satu yang tertinggi), sedangkan di Meksiko laju ini hanya mencapai 83,5 (salah satu yang terendah). Bagi wanita, lajunya adalah 139,8 di Denmark dan 62,3 di Mauritius. Laju bagi Inggris dan Wales adalah 179,2 bagi laki-laki dan 125,7 bagi wanita; di Amerika Serikat, laju ini adalah 164,4 bagi laki-laki dan 110,6 bagi wanita. Untuk bentuk kanker tertentu, perbedaan laju antar negara dapat mencapai 40 kali lipat. Penelitian terhadap populasi yang bermigrasi dari satu wilayah geografis ke yang lainnya memperlihatkan bahwa perbedaan ini adalah sebagai akibat dari perbedaan gaya hidup, dan bukan karena faktor etnis. Hal ini konsisten dengan temuan lainnya yang memperlihatkan bahwa kebanyakan kanker terutama berhubungan dengan penyebab yang berasal dari lingkungan dan bukan diakibatkan faktor keturunan, meskipun keduanya dapat saling berinteraksi.
Kanker yang paling banyak menimbulkan korban di Eropa dan Amerika Serikat adalah kanker paru-paru, usus besar (kolorektal), payudara, prostat, dan perut. Jika digabungkan, setengah dari seluruh jumlah kematian akibat kanker disebabkan kanker jenis ini. Mereka sekaligus, bersama-sama dengan kanker kulit, merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Kanker kulit adalah kanker pertama atau kedua yang paling umum di banyak negara Barat seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris Raya. Untung saja kanker kulit, kecuali melanoma maligna (jenis yang paling jarang tetapi yang paling hebat), jarang berakibat fatal.
Pencegahan dan Deteksi Dini
Kira-kira 80 persen kanker secara potensial dapat dicegah. Penyebab utama
terbesar yang diketahui adalah merokok, yang menyusun 30 persen dari jumlah
kematian akibat kanker. Walaupun penyebab kanker belum diketahui semuanya,
tetapi semakin banyak bukti menunjukkan bahwa dampak merokok, makanan, radiasi,
faktor keturunan, hormon, zat kimia, dan beberapa jenis infeksi tertentu turut
mempengaruhi hal ini.
Ada beberapa tindakan yang dapat diambil orang guna memperkecil resiko terkena kanker. Semua orang seharusnya:
Gejala-gejala berikut ini membutuhkan perhatian:
Pemeriksaan fisik untuk kanker termasuk pemeriksaan dan perabaan tempat-tempat yang rentan, terutama payudara, leher, kulit, sekat rongga dada, kemaluan, dan daerah kelenjar getah bening. Dapat juga termasuk pemeriksaan lubang-lubang tubuh, khususnya pemeriksaan dubur untuk kanker usus dan prostat, dan pemeriksaan panggul untuk kanker rahim atau leher.
Sumber: Satumed.com, Satumail
Petunjuk Baru Cara Kanker Menyebar
|
Jumat, 29 September 2000
PARA peneliti selama dibingungkan oleh pertanyaan mengenai bagaimana
sesungguhnya mekanisme penyebaran kanker. Sebuah penelitian kemungkinan
besar telah menemukan sebagian dari kunci jawaban di atas. Mereka
menemukan mekanisme yang mengendalikan jalannya sel dalam aliran darah,
atau peredaran sel, yang mungkin bertanggung jawab atas penyebaran sel
kanker di sekitar tubuh. Sumber: Satumed.com, Satunet |
Penemuan Penting Untuk Kanker Payudara
Rabu, 18 Oktober 2000
LEBIH dari separuh wanita yang dirawat karena mengidap kanker payudara
menderita kekambuhan. Dan para dokter seringkali tidak bisa meramalkan secara
tepat, wanita mana yang akan menderita kekambuhan kembali dari penyakitnya
tersebut. Kini para ilmuwan Italia telah membuat suatu penemuan yang dapat
membantu lebih banyak wanita untuk selamat dari kanker payudara.
Hasil penelitian awal dari Dr. Pier Francesco Ferrucci, seorang ahli spesialis
kanker di European Institute of Oncologist di Milan, Italia,
menunjukkan bahwa suatu kunci untuk mengenali para wanita yang penyakit
kankernya memiliki kemungkinan untuk kambuh, mungkin adalah sebuah protein
yang disebut maspin, yang diproduksi oleh sel-sel di payudara.
Dia menemukan bahwa para wanita yang memiliki kadar maspin yang tinggi di
dalam sumsum tulangnya, cenderung bebas dari penyakit tersebut selama 2 tahun,
sementara mereka yang memiliki konsentrasi maspin yang rendah memiliki
kemungkinan yang lebih besar untuk kambuh kembali.
Sebelumnya, para ilmuwan memang telah menemukan bahwa maspin tampaknya dapat
menghalangi pertumbuhan tumor ketika kanker payudara mulai terbentuk,
kemungkinan dengan menghalangi pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah yang
memberi makan pada sel-sel kanker. Tetapi penelitian baru ini merupakan
langkah yang lebih maju dengan menemukan kadar maspin yang rendah juga terkait
dengan pertumbuhan penyakit ini pada mulanya.
Efek maspin terutama kuat pada para wanita dengan penyakit kanker yang berat,
dimana kanker telah menyusupi 20 kelenjar getah bening atau lebih. Dari 10
wanita yang masuk dalam kategori tersebut, sebanyak 8 orang memiliki maspin
dalam sumsum tulangnya, dan 2 orang yang lain tidak ada. Dua tahun setelah
diagnosa tersebut, 8 pasien tersebut tidak ada yang kambuh penyakitnya,
sedangkan dua pasien yang lain mengalami kekambuhan. Seorang menjadi menderita
kanker hati, dan yang lain kanker paru-paru.
Sumber: Satumed.com, Satunet
Hubungan Konsumsi Lemak
dan Kanker Payudara
PARA ahli selama ini seringkali menghubungkan antara diet dengan muatan lemak
tinggi mungkin menyebabkan kanker payudara. Tapi menurut penelitan yang
dilakukan oleh Dr. Richard Wiseman, mungkin hal ini tidak berhubungan langsung.
Tapi diet dengan muatan lemak tinggi bisa merampas zat gizi yang penting dalam
tubuh guna memerangi penyakit tersebut.
Penyebab utama kanker payudara (seperti juga kanker lain) hingga kini masih
belum diketahui dengan jelas. Dr. Richard Wiseman yang memimpin penelitian ini,
menyimpulkan bahwa faktor-faktor seperti kegemukan, terlambat menjadi ibu atau
tidak mempunyai anak kemungkinan hanya merupakan bagian kecil dari kasus, dan
merupakan sebab sekunder dari faktor-faktor utama dalam timbulnya risiko. Dr.
Wiseman bahkan juga tidak memasukkan genetika, polusi dan estrogen sebagai
risiko yang berarti.
Bagaimanapun, beliau meyakini bahwa faktor diet, khususnya konsumsi lemak,
adalah relevan. Beliau menyimpulkan bahwa hipotesa yang mana paling sesuai
dengan data epidemiologi adalah bahwa lemak menghabiskan faktor esensial yang
dapat menawarkan perlindungan bagi tubuh dalam melawan kanker payudara. Dan hal
ini berhubungan erat dengan faktor usia dan pengaruh hormon estrogen.
Penelitian Dr. Wiseman ini dipublikasikan dalam jurnal Epidemiology and
Community Health.
Sumber: Satumed.com, Satunet
Kanker Payudara
|
Rabu, 04 Oktober 2000
PARA wanita selama ini - terutama yang berusia separuh baya - senantiasa
disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri
dari kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut. Ternyata Screening
(pemeriksaan penyaring) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah
menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada melakukannya setiap tiga tahun,
demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast
Conference di Brussels. Sumber: Satumed.com, Satunet |
Tips Diet
Untuk Mencegah Penyakit Kanker
BERAPA banyak buah dan sayuran, atau pun biji-bijian yang diperlukan sebagai diet untuk pencegahan kanker? Dan seberapa besar ukuran setiap porsinya? American Institute for Cancer Research meluncurkan suatu kampanye pendidikan konsumen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Beberapa saran kampanye tersebut antara lain:
Sumber: Satumed.com, Satunet
Sel-sel Darah Yang 'Jahat'
Dapat Memicu Penyakit

RISET terhadap kanker yang terjadi akibat AIDS menunjukkan bahwa makrofag, yang
biasanya melindungi tubuh terhadap penyakit, dalam beberapa situasi dapat memicu
pertumbuhan tumor, demikian menurut keyakinan para ilmuwan Amerika Serikat.
Makrofag adalah salah satu jenis sel darah putih yang berfungsi sebagai sistim
pertahanan tubuh dalam darah dan jaringan. Para ilmuwan dari SLIL Biomedical
di Madison, Wisonsin, menyimpulkan bahwa makrofag dapat "mengamuk"
kalau virus memasukkan bahan genetiknya mereka sendiri ke dalam beberapa gen
tertentu dalam tubuh. Makrofag yang dijuluki ProMacs ini mulai berkembang
biak dengan cepat.
Dalam riset laboratorium terhadap limfoma yang terkait dengan AIDS, mereka
menemukan bahwa HIV telah menyusupkan DNA-nya ke dalam salah satu gen tertentu,
yaitu c-fes, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kalau gen tersebut
itu dirusak. DNA ini kemudian memicu makrofag untuk menggandakan diri, yang pada
gilirannya mendorong sel-sel darah putih lainnya, yaitu limfosit, menirunya dan
membentuk kanker-kanker limfoma.
Dr. Peter Molloy, direktur utama SLIL, berpendapat bahwa zat yang dilepaskan ProMacs
sendirilah yang mempercepat pertumbuhan sel-sel di sekelilingnya, yang
mengakibatkan terbentuknya tumor atau dalam beberapa kasus terjadinya kerusakan
jaringan.
Penelitian yang lebih jauh dari tim yang sama ini menunjukkan adanya makrofag 'pengkhianat'
dalam tubuh orang-orang yang HIV negatif namun mempunyai penyakit arteri dan
demensia. Tetapi para pakar di Inggris telah mengingatkan untuk tidak mengambil
kesimpulan dari riset laboratorium tersebut. Memang hasil riset ini masih
terlalu dini untuk menyebutkan berapa besar peranan makrofag dalam keganasan
pada kanker.
Sumber: Satumed.com, Satunet